Yogyakarta, 16 Maret 2009 – Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah akan menyelenggarakan Diskusi Sejarah dengan tema Wajah Demokrasi di Indonesia. Kegiatan Diskusi Sejarah akan dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa, tanggal 30-31 Maret 2009 bertempat di LPMP, Jalan Kyai Maja, Srondol Kulon, Semarang, Jawa Tengah.
Maksud dan tujuan Diskusi Sejarah adalah: (1) Memberi wawasan dan pemahaman tentang demokrasi kepada para peserta diskusi yang terdiri dari generasi muda (siswa dan mahasiswa), guru (sejarah), birokrat, peneliti, LSM, Partai, dan pemerhati sejarah. (2) Mengetahui perjalanan demokrasi yang ada di Indonesia. (3) Mendorong terciptanya iklim demokrasi yang sehat di tengah masyarakat. (4) Mendiskusikan wacana tentang demokrasi yang ada di masyarakat.
Diskusi Sejarah akan menampilkan 9 pembicara yaitu: 1 (satu) pembicara kunci dari Direktorat Nilai Sejarah, Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Jakarta, dan 8 (delapan) orang narasumber yang berasal kalangan Akademisi (UNDIP dan UNES), DPRD, KPU, Kesbangpolinmas, LSM dan Media Massa. Mereka adalah: Prof. Dr. Wasino, M.Hum.; Dr. Sarjana Sigit Wahyudi, M.Hum; Prof. Dr. Sutejo K. Widodo, MSi.; H. Muhammad Haris, S.S, MSi.; Drs. Joko Prihatmoko, M.Si; Kesbangpolinmas; Prof. Ir. Eko Budihardjo, MSc.; dan Sasongko Tedjo, S.E, M.M.
Peserta yang diundang dalam Diskusi Sejarah berjumlah 75 orang, meliputi: siswa, mahasiswa, guru sejarah, dosen, kalangan LSM, pers, birokrat dan instansi terkait.
|