Yogyakarta, 30 Maret 2010 - Perhimpunan Pelestarian dan Pengembangan Budaya Jawa “Panunggalan” melalui Lembaga Javanologi Yogyakarta akan menyelenggarakan Upacara Adat Ruwatan Bersama secara lengkap dengan pergelaran wayang kulit lakon MURWAKALA pada :
Hari/tanggal :
Minggu Kliwon, 11 Juli 2010
Pukul :
08.00 s/d selesai
Tempat :
Pendapa Agung Tamansiswa
Jl. Tamansiswa, 25 Yogyakarta,
Dhalang :
Ki Lurah Suko Cermosubronto
Abdi Dalem Dhalang Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat
Biaya Penyelenggaraan
- Biaya pokok keluarga untuk meruwat 1 sukerto Rp. 650.000,-
- Biaya tambahan lebih dari 1 sukerto Rp. 300.000,-/ sukerto
- Bagi keluarga yang akan mengundang kerabat / saudara lain dipungut kontribusi sebesar Rp. 40.000,- / orang
- Kedua orang tua sukerto tidak dipungut biaya/kontribusi lain
Biaya tersebut di atas meliputi :
- Gladi bersih pada hari Sabtu Wage tanggal 10 Juli 2010
- Pergelaran wayang kulit
- Sesaji lengkap
- Upacara potong rambut dan kidungan/mori, bunga tabur dll
- Upacara siraman
- Pakaian kopohan/mori
- Handuk
- Konsumsi
- PPPK
- Piagam
Persyaratan Peserta
- Mengisi formulir pendaftaran rangkap dua
- Menyerahkan 2 helai pas foto ukuran 2 x 3
Waktu dan Tempat Pendaftaran
Pendaftaran dimulai tanggal 1 April 2010 s/d 5 Juli 2010 di :
Sekretariat Panitia:
Sudarmadi, S.IP. (HP. 081328098491)
Jl. Brigjen Katamso 139 (nDalem Joyodipuran), Yogyakarta 55152
Telp. (0274) 373241
Ny. Sri Muryani
Pendapa Agung Tamansiswa, Jl. Tamansiswa 25 Yogyakarta
Telp. (0274) 389208
Toko Buku Tamansiswabr>
Jl. Tamansiswa, 8 Yogyakarta
Telp. (0274) 418878 / 378778
KRT. Drs. Wasesowinoto
Suryoputran PB III/113, Alun-Alun Selatan Yogyakarta
Telp (0274) 376195
E. Suharjendra, BA
Jogonalan Lor, Tirtanirmala, Kasihan Bantul
Telp. (0274) 376672
Jenis-jenis sukerto yang perlu diruwat
1. Ontang-anting (anak tunggal laki-laki)
2. Unting-unting (anak tunggal perempuan)
3. Uger-uger lawang (dua bersaudara laki-laki semua)
4. Kembang sepasang (dua bersaudara perempuan semua)
5. Gedhana-gedhini (dua bersaudara laki-laki dan perempuan)
6. Gedhini-gedhana (dua bersaudara perempuan dan laki-laki)
7. Kembar (dua anak lahir dalam satu hari laki-laki atau perempuan semua)
8. Dhampit (dua anak lahir dalam sehari satu laki-laki dan satu perempuan)
9. Sendang kapit pancuran (tiga anak bersaudara yang perempuan di tengah)
10. Pancuran kapit sendang (tiga anak bersaudara yang laki-laki di tengah)
11. Saramba (empat anak bersaudara laki-laki semua)
12. Sarimpi (empat anak bersaudara perempuan semua)
13. Pandhawa / pancala putra (lima anak bersaudara laki-laki semua)
14. Pandhawi / pancala putri (lima anak bersaudara lperempuan semua)
15. Pandhawa madhangake (lima anak bersaudara seorang perempuan)
16. Pandhawa apil-apil / pipilan (lima anak bersaudara seorang laki-laki)
17. Tiba sampir (anak lahir kalung usus)
18. Jempina (anak lahir belum waktunya / prematur)
19. Margana (anak lahr di perjalanan)
20. Wahana (anak lahir di desa yang sedang ada pergelaran wayang kulit)
21. Bungkus / wungkus (anak lahit bungkus)
22. Julung wangi (anak lahir bersamaan dengan terbitnya matahari)
23. Julung sungsang (anak lahit bersamaan dengan matahari di titik kulminasi)
24. Julung pujud (anak lahir bersamaan dengan tenggelamnya matahari)
25. Wungle (anak lahir bule)
26. Kresno (anak lahir hitam mulus)
27. Wungkul (anak bongkok sejak lahir)
28. Wujul (anak cebol sejak lahir)
Selain tersebut di atas, yang termasuk sukerto adalah orang yang lalai dalam mengerjakan sesuatu hal :
1. Orang menanak nasi merobohkan dandang
2. Orang memipis jamu mematahkan gandhik
3. Orang membangun rumah sudah memasang genting lupa memasang tutup keong
4. Orang memotong bambu tanpa ruas tidak dipecah
5. Orang menylumbat kelapa, setelah selesai penylumbatnya tidak dirobohkan
|