Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional
----- Terima kasih atas kunjungan Anda di website Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta, http://www.bpsnt-jogja.info -----
Untitled Document
 
Yogyakarta, 06 Sep 2010
TOTAL PENGUNJUNG SEJAK
01 Juni 2006
00018321
Untitled Document
 PENGUMUMAN LOMBA ORASI BUDAYA TAHUN 2009 
 DEMOKRASI, DULU, KINI, DAN ESOK 
 DEMOKRASI DI TINGKAT LOKAL 
 ANCAMAN KRISIS DAN IKHTIAR SISTEMIS KPU DALAM PENGEMBANGAN DEMOKRASI ELEKTORAL-FORMAL 
 DEMOKRASI: ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN 
     
  •• Index Makalah  
     
 PERMAINAN TRADISIONAL NINI TOWONG, FUNGSI DAN NILAINYA BAGI MASYARAKAT 
 MAKNA SIMBOLIS UPACARA GREBEG NGENEP KAITANNYA DENGAN UPACARA GREBEG KRATON KARTASURA 
 PENGARUH MEDIA PANDANG DENGAR TERHADAP JAM BELAJAR DI DESA ARGOMULYO KECAMATAN SEDAYU KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA 
 DUNIA SEKOLAH ANAK JALANAN: SEBUAH KORIDOR PENDIDIKAN NON FORMAL DI YOGYAKARTA 
 DINAMIKA INDUSTRI BATIK PEKAJANGAN 1930-1970 
     
  •• Index Penelitian  
     
 Departemen Kebudayaan dan Pariwisata 
 Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bali 
 Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang 
 Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak 
 Kenali Negerimu, Cintai Negerimu 
 Puslitbang Kebudayaan - DepBudPar 
 Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Banda Aceh dan Sumatera Utara 
 BPSNT Maluku dan Maluku Utara 
 BPSNT Bandung 

Catatan
BPSNT Yogyakarta tidak bertanggungjawab atas informasi pada situs lain tersebut.
 
DEMOKRASI: ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN

Oleh : Sutejo K. Widodo
 
   
 
Tampaknya pemikiran yang segera mudah diambil terhadap topik bahasan berjudul Demokrasi: antara Harapan dan Kenyataan, dengan memperhatikan praktek pesta demokrasi yang pada saat tahapan kampanye partai politik seperti saat ini untuk memilih wakil yang bakal duduk di legislatif, harapan itu dengan segera dapat disimpulkan bahwa demokrasi masih jauh dari kenyataan. Pesta demokrasi dengan jumlah partai yang banyak, yang tentunya bila masing-masing melakukan kampanye, hari-hari itu akan penuh dengan hiruk pikuk, gemuruh dan bisingnya suara knalpot kendaraan, namun yang terjadi jauh dari bayangan tersebut (paling tidak sampai disusunnya tulisan ini). Apa karena saking bingungnya untuk menentukan pilihan terhadap jumlah partai yang sedemikian banyak dengan ideologi partai mulai yang tampak jelas, setengah jelas, sampai dengan yang samar-samar? Atau karena untuk semua itu perlu dukungan dana, alias uang, sementara tidak semua caleg dan partai politik mempunyai modal yang memadahi, kecuali bondho nekat? Atau apa karena rakyat juga sudah cerdik memanfaatkan kesempatan untuk tidak mau rugi dengan membiayai diri sendiri sebagai pendukung suatu partai politik, yang toh nantinya seperti yang sudah-sudah, caleg yang kemudian terpilih akan mengalunkan sair lagu “tinggi gunung sribu janji, lain di lubuk lain di hati”. Ilustrasi ini merupakan salah satu permasalah yang sedang kita rasakan dan sakasikan. Riak-riak gelombang yang sudah cetho tersebut, hanyalah sebagian dari persoalan besar demokrasi antara harapan dan kenyataan, antara yang seharusnya berlangsung dengan senyatanya yang terjadi, atau antara das sollen dan das sein-nya.

Selengkapnya download PDF.
 
Untitled Document
   Copyright © 2006 .::. Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta